1. PENDAHULUAN

    Piagam ini dikeluarkan dan diatur oleh :

    1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.56/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit lnternal
    2. Peraturan Pencatatan No. I-A PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00001/BEI/01-2014 tanggal 20 Januari 2014 tentang Pencatatan Saham dan Efek bersifat Ekuitas Selaian Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.
    3. Piagam ini menyediakan kerangka kerja bagi pelaksanaan audit internal di PT Selamat Sempurna Tbk (Perusahaan) dan telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi.

      Tujuan utama piagam ini untuk menentukan dan menetapkan:

      • Peran Divisi Audit Internal Perusahaan.
      • Tujuan dan ruang lingkup Divisi Audit Internal Perusahaan.
      • Posisi Divisi Audit Internal dalam Perusahaan, akses ke berbagai dokumen, departemen dan kegiatan, tanggung jawab dan akuntabilitas

      Sangatlah penting Piagam ini diamati dan diimplementasikan dengan integritas, ketekunan dan konsistensi yang tinggi.

      Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Dewan Komisaris dan Direksi menetapkan Piagam Audit Internal Perusahaan sebagaimana didefinisikan seperti di bawah ini.

  2. TUJUAN

    Audit Internal adalah suatu kegiatan pemberian keyakinan (assurance) dan konsultasi yang bersifat independen dan obyektif, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai dan memperbaiki operasional perusahaan, melalui pendekatan yang sistematis, dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan proses tata kelola perusahaan.

  3. STRUKTUR

    1. Divisi Audit Internal dipimpin oleh seorang Kepala Audit Internal;
    2. Kepala Divisi Audit Internal diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas persetujuan Dewan Komisaris;
    3. Direktur Utama dapat memberhentikan Kepala Audit Internal, setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris, jika Kepala Divisi Audit Internal tidak memenuhi persyaratan sebagai Auditor Divisi Audit Internal sebagaimana diatur dalam peraturan ini dan atau gagal atau tidak cakap menjalankan tugas;
    4. Kepala Divisi Audit Internal secara administratif bertanggung jawab dan melapor kepada Direktur Utama dan secara fungsional bertanggung jawab dan melapor kepada Dewan Komisaris dan Komite Audit;
    5. Auditor yang duduk dalam Divisi Audit Internal bertanggung jawab secara langsung kepada Kepala Divisi Audit Internal.

  4. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

    1. Menyusun dan melaksanakan rencana Audit Internal tahunan;
    2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian interen dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan Perusahaan;
    3. melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi dan kegiatan lainnya
    4. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan
    5. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen;
    6. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris dan/atau Komite Audit
    7. Memastikan bahwa manajemen telah mengimplementasikan perbaikan yang disepakati dengan tepat waktu, melakukan pekerjaan tindak lanjut yang diperlukan oleh Audit Internal untuk memastikan bahwa perbaikan telah memadai, efektif dan tepat waktu;
    8. Memeriksa dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan perusahaan;
    9. Bekerja sama dengan Komite Audit;
    10. menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukannya;
    11. melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.

  5. WEWENANG

    Kepala Audit Internal dan staf audit yang ditunjuk untuk melakukan review khusus atau audit, berwenang untuk:

    1. Memiliki akses gratis dan tak terbatas ke semua departemen, dokumen, buku, laporan, informasi, properti dan karyawan, yang relevan dengan kinerja fungsi audit setiap saat;
    2. Mendapatkan bantuan yang diperlukan dari karyawan di departemen di mana tim audit melakukan audit;
    3. Mendapatkan bantuan ahli, profesional dan lain-lain di mana dianggap perlu dari dalam atau luar Perusahaan;
    4. Berkomunikasi secara langsung dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit serta anggota dari Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit;
    5. Mengadakan pertemuan rutin dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit;
    6. Mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan kegiatan auditor eksternal.

  6. KODE ETIK

    Auditor internal diharapkan menerapkan dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip berikut:

    1. Integritas

      Integritas auditor internal membuat kepercayaan dan dengan demikian memberikan dasar untuk menaruh kepercayaan pada penilaian mereka

      • Melakukan pekerjaan dengan memegang teguh prinsip kejujuran dan bertanggung jawab;
      • Mematuhi peraturan & melaporkan sesuai dengan peraturan yang ada;
      • Tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum atau terlibat dalam kegiatan yang mendiskreditkan profesi audit internal atau perusahaan;
      • Mematuhi dan berkontribusi terhadap tujuan perusahaan.
    2. Obyektifitas

      Audit Internal menunjukkan tingkat tertinggi objektivitas profesional dalam mengumpulkan, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi tentang aktivitas atau proses yang diperiksa. Auditor internal membuat Penilaian seimbang dari semua keadaan yang relevan dan tidak terlalu dipengaruhi oleh kepentingan sendiri atau oleh orang lain dalam membentuk penilaian.

      • Tidak boleh terlibat dalam aktivitas atau hubungan yang dapat mempengaruhi penilaian menjadi tidak wajar. Hal ini juga termasuk aktivitas atau hubungan yang dapat menimbulkan konflik dengan kepentingan perusahaan;
      • Tidak boleh menerima apapun yang dapat mempengaruhi penilaian profesional;;
      • Harus mengungkapkan semua fakta yang harus diketahui, yang jika tidak diungkapkan, dapat menyebabkan distorsi pelaporan.;
    3. Kerahasiaan

      Audit internal menghargai nilai dan kepemilikan informasi yang mereka terima dan tidak mengungkapkan informasi tanpa otoritas yang tepat kecuali ada kewajiban hukum atau profesional untuk melakukannya.

      • Menjaga kerahasiaan dan berhati-hati dalam menggunakan & mengolah informasi/data yang diperoleh dalam bekerja;
      • Tidak boleh memanfaatkan informasi untuk kepentingan pribadi atau kepentingan lainnya yang dapat bertentangan hukum.
    4. Kompetensi

      Auditor internal menggunakan pengetahuan, keahlian, dan pengalaman yang dibutuhkan dalam pelaksanaan jasa audit internal

      • Bertugas di bidang/jasa di mana mempunyai ilmu, keterampilan dan pengalaman yang sesuai;
      • Melakukan jasa audit internal mengacu kepada peraturan auditing yang berlaku;
      • Meningkatkan keahlian, kemampuan serta kualitas dari jasa yang dilakukan secara terus menerus.

  7. PERSYARATAN UNTUK AUDITOR INTERNAL

      • Memiliki integritas dan perilaku yang profesional, independen, jujur dan obyektif dalam pelaksanaan tugasnya;
      • Memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai teknis audit dan disiplin ilmu lain yang relevan dengan bidang tugasnya;
      • Memiliki pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya;
      • Memiliki kecakapan untuk berinteraksi dan berkomunikasi baik lisan maupun tertulis secara efektif;
      • Mematuhi standar profesi yang dikeluarkan oleh Ikatan Audit Internal;
      • Mematuhi kode etik audit internal;
      • Menjaga kerahasiaan informasi dan/atau data perusahaan terkait dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Audit Internal kecuali diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan atau penetapan/putusan pengadilan;
      • Memahami prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan manajemen risiko;
      • Meningkatkan pengetahuan, keahlian dan kemampuan profesionalismenya secara terus-menerus;
      • Memiliki loyalitas terhadap perusahaan dan tidak boleh secara sadar terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menyimpang atau melanggar hukum.

  8. STANDAR PROFESIONAL

    Divisi Audit Internal harus memenuhi Standar Internasional tentang Pedoman dan Praktek Audit. Pekerjaan Divisi Audit Internal dan hasil dari setiap audit bersifat rahasia untuk Perusahaan dan tidak akan diungkapkan kepada pihak ketiga, kecuali untuk auditor eksternal, dengan persetujuan Direktur Utama.

    Divisi Audit Internal, akan memastikan:

    1. Bahwa semua penugasan audit internal dilakukan dengan penanganan profesional;
    2. Audit diselesaikan oleh auditor ahli yang sesuai, berpengalaman dan kompeten;
    3. Program audit, kertas kerja dan laporan dilakukan dan disusun sesuai dengan standar profesional yang diperlukan; dan
    4. Semua staf melakukan pelatihan yang diperlukan untuk pengembangan ketrampilan mereka.

  9. LARANGAN PERANGKAPAN TUGAS DAN JABATAN

    Auditor yang duduk dalam Divisi Audit Internal dilarang melakukan perangkapan tugas dan jabatan dengan pelaksanaan kegiatan operasional Perusahaan baik di Perusahaan maupun entitas anaknya.

  10. LAIN - LAIN

    1. Pengangkatan, penggantian, atau pemberhentian Kepala Divisi Audit Internal harus segera diberitahukan kepada Otoritas Jasa Keuangan
    2. Piagam ini secara berkala akan dievaluasi untuk penyempurnaan (jika diperlukan).
    3. Piagam Audit Internal dibuat dalam Bahasa Indonesia. Apabila Piagam ini dibuat dalam versi bahasa lain dan terdapat inkonsistensi antara versi Bahasa Indonesia dan versi bahasa lain tersebut, maka yang berlaku adalah versi Bahasa Indonesia.

Tautan Piagam Audit Internal